Lubang Misterius Di Ujung Utara Bumi

Lubang Misterius di Ujung Utara Bumi – Di setiap belahan dunia ini masih terdapat beberapa mitos yang mungkin bisa membuat kita jadi kehilangan kepercayaan.Tapi saran saya tidak usah terlalu mempercayai hal-hal demikian karna hanya pada Yang Maha Kuasa la kita percaya.

Banyak pengertian mitos menurut para ahli,seperti halnya yang satu ini.Mitos adalah cerita yang “aneh” dan seringkali sulit dipahami maknanya atau diterima kebenarannya karena kisah di dalamnya “tidak masuk akal” (Ahimsa-Putra).

Nah,pada kesempatan kali ini faktamitos.com akan berbagi cerita atau ulasan Mengungkap Isi Dari Lubang Misterius di Ujung Utara Bumi.

Pasti kamu sudah penasaran bukan! langsung saja,simak ulasan di bawah.

 Lubang Misterius di Ujung Utara Bumi

Sejumlah teori telah mengemuka untuk menjelaskan munculnya lubang misterius di Siberia, Rusia. Mulai dari alien, tumbukan meteorit ke bumi, hunjaman rudal, hingga ledakan yang ditimbulkan oleh memuainya gas dalam tanah akibat pemanasan global. Teori terakhir paling banyak diyakini oleh para ilmuan.

Meski demikian, para ilmuan tetap tak puas dengan teori tersebut. Sehingga mereka kembali ke lubang itu untuk mencari jawaban atas keragu-raguan itu. Tak hanya datang, mereka ternyata juga melongok ke dalam lubang raksasa di Semenanjung Yamal, daerah yang secara harfiah berarti ujung bumi, ini.

Dikutip dari laman The Siberian Times, Rabu 23 Juli 2014, para ilmuan kembali meneliti lubang misterius tersebut setelah datang pada Rabu pekan lalu. Ekspedisi pertama di lokasi mengambil gambar di sekitar bibir lubang yang tampak hitam. Namun kali ini para ilmuan menggunakan satelit Rusia untuk memastikan bagaimana lubang raksasa itu terbentuk, termasuk bagian dalamnya.

Dari penelitian lebih lanjut itu, diketahui bahwa lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 70 meter. Di bagian dasarnya terlihat semacam danau es, terlihat juga air yang mengucur, mengikis tanah di dalam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ukuran lubang ini tdak selebar perkiraan sebelumnya, yaitu berdiameter antara 50 sampai 100 meter.

Ilmuan Senior dari Pusat Penelitian Negara untuk Penelitian Artik, Andrey Plekhanov, mengatakan kawah ini lebih berbentuk oval, bukan lingkaran bundar sempurna. Sehingga sangat sulit untuk menentukan ukuran diameter secara pasti. “Sampai sekarang perkiraan kami (diameternya) sekitar tiga puluh meter,” tutur Plekhanov.

“Jika kita mencoba untuk memastikan diameter bersama-sama dengan emisi tanah, yang disebut tembok pembatas, maka diameternya hingga enam puluh meter. Kawah ini lima puluh hingga tujuh puluh meter,” tambah dia.

Para peneliti tidak bisa sampai masuk ke dasar danau es, namun hanya bisa masuk ke dalam lubang tersebut. “Ada es di dalam kawah yang mencair secara bertahap di bawah matahari,” ujar Plekhanov.

“Juga ada air mengucur pada sisinya, Anda dapat melihat jejak air pada gambar. Kawah ini terdiri dari es sekitar delapan puluh persen.”

Sebelumnya, para peneliti juga telah mengambil sampel tanah dan es dan kemudian menelitinya di laboratorium. “Kami bisa yakin mengatakan bahwa kawah ini muncul relatif baru, mungkin dalam satu atau dua tahun lalu. Sehingga ini merupakan informasi baru, kita tidak bicara tentang kejadian puluhan tahun silam,” kata Plekhanov.

Para ilmuan, kata dia, harus melanjutkan penelitian untuk memastikan apakah lubang itu benar-benar terbentuk karena letupan akibat memuainya gas yang dipengaruhi oleh perubahan suhu gara-gara pemanasan global.

Pada dua musim panas sebelumnya, 2012 dan 2013, memang suhu di Yamal relatif panas. Mungkin ni yang menurut Plekhanov menyebabkan pembentukan lubang tersebut. “Tapi kami harus melakukan tes dan penelitian pertama dan kemudian menyimpulkannya dengan lebih tepat,” ujar dia.

Namun, terori yang paling mungkin untuk menjelaskan terbentuknya lubang itu saat ini adalah adanya energi dari dalam, bukan dari luar. “Untuk sekarang kami dapat mengatakan dnegan pasti bahwa di bawah pengaruh proses internal ada injeksi di permafrost atau lapisan es. Saya ingin menekankan bahwa ini bukanlah ledakan, tapi injeksi, sehingga tidak ada panas yang dilepaskan seperti yang terjadi,” kata Plekhanov.

Dia mengutip penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan pada tahun 1980-an. Penelitian itu telah ditinggalkan dan dilupakan selama beberapa tahun. “Teori itu menyebut bahwa sejumlah danau di Yamal terbentuk karena proses alami persis seperti yang terjadi pada lapisan es.”

“Seperti proses yang terjadi sekitar 8.000 tahun lalu. Mungkin ini terulang sekarang. Jika teori ini benar, kita dapat mengatakan bahwa kita telah menyaksikan proses alam yang unik yang membentuk lanskap yang tidak biasa di Semenanjung Yamal,” tambah Plekhanov.

Memang para ilmuan menduga lubang itu terbentuk karena proses alami. Sebab, tidak ditemukan dampak antropogenik, atau dampak dari campur tangan manusia, di dekat kawah. Kecuali jejak kereta luncur dan kaki-kaki rusa.

Sehingga Plekhanov mengatakan, “Jika lubang ini hasil bencana buatan manusia dihubungkan dengan pemompaan gas, peristiwa ini mungkin akan terjadi lebih dekat dengan ladang gas.” Namun ini jaraknya sekitar 30 kilometer dari ladang gas alam.

Dia juga menolak teori yang menyebut lubang itu terbentuk karena UFO masuk ke dalam bumi. “Tidak ada yang misterius terkait lubang itu. Tidak ada yang aneh atau tidak bisa dijelaskan di sana, (nyatanya) kami kembali dengan selamat,” tambah Plekhanov.

Meski demikian, dia mengaku baru kali ini melihat fenomena seperti ini. “Saya tidak pernah melihat apapun seperti ini, meskipun saya telah datang ke Yamal berulang kali.

Terimakasih atas waktu dan kunjungan nya,Semoga apa yang saya bagikan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Kita Semua.Dan jangan lupa tetap mengunjungi faktamitos.com untuk mendapatkan fakta dan Mitos Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *