Fakta & Cara Memanaskan Motor Dengan Benar

Fakta & Cara Memanaskan Motor Dengan Benar – Sudah menjadi kebiasaan banyak orang, ketika akan memulai perjalanan, sepeda motor terlebih dahulu ”dipanasi”, dengan membiarkan stasioner dalam jangka waktu yang bervariasi. Apalagi sepeda motor sudah didiamkan dalam waktu yang lama (lebih dari 5 jam). Namun untuk sepeda motor injeksi, memanasi hendaknya tidak dibuat jadi agenda wajib.

Nah, pada kesempatan ini saya akan memberi penjelasan “Bagaimanakah cara memanaskan Motor yang benar”.
Mungkin ini sudah menjadi tradisi atau apa saya kurang tau,setiap kali orang ingin memanaskan motornya pasti disarankan dengan cara menginjak engkol nya.Katanya sih agar olinya menyebar,tapi menurut yang saya tau dengan cara starter pun oli akan menyebar juga kok.

Jika mesin sudah hidup yang pasti olinya juga akan menyebar bukan! jadi saran saya jika masih ada yang berpendapat seperti diatas mari lakukan perubahan,hahahahah.

Jadi bagai menurut anda?apakah kamu setuju dengan pendapat saya ini.!Jawab dalam hati aja yaaa…

Dibawah saya juga akan memberi beberapa cara yang baik dalam memanaskan Motor yang baik.
Beberapa hal perlu diperhatikan selama memanaskan sepeda motor. Salah satunya terkait tempat, khususnya saat berada di lokasi yang sempit.

Kepala Bengkel Astra Motor Center Jakarta, Rendra Kusuma, menyarankan agar tidak memanaskan motor dengan jarak yang terlalu dekat dengan tembok.
Kebanyakan motor masa kini lampu utamanya otomatis menyala jika mesin dinyalakan. Saat dipanaskan di hadapan tembok, membuat bagian mika lampu depan cepat kepanasan.

“Efek panas akibat pancaran sinar lampu akan berbalik ke arah motor. Sebaiknya kalau memanaskan motor jangan tepat di depan tembok agar panasnya tidak memantul,” Kata Rendra Selasa (2/1/2018).

Jangka Waktu
Permasalahan kedua adalah jangka waktu. Rendra menyarankan, kegiatan memanasi mesin tak boleh terlalu lama. Cukup sekitar tiga hingga lima menit saja.

Mesin motor modern tidak perlu dipanaskan terlalu lama, karena pada dasarnya komponen motor sudah siap bekerja ketika mesin dihidupkan.
Perhatian ketiga adalah ruangan. Jangan memanaskan motor di dalam ruangan. Gas buang kendaraan mengandung berbagai kandungan berbahaya bagi tubuh. Di antaranya gas karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), dan timbal.

Selain itu, panas yang dihasilkan tidak terbuang ke udara dan akan mengumpul di dalam ruangan, dan ini yang berbahaya bila terhirup manusia.

Terimakasih atas waktu dan kunjungan nya,Semoga apa yang saya bagikan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Kita Semua.
Dan jangan lupa tetap mengunjungi faktamitos.com untuk mendapatkan fakta dan Mitos Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *