513 Bencana Di Indonesia Tahun 2018

513 Bencana Di Indonesia Tahun 2018 – Hy,sahabat faktamitos.com,pada kesempata ini saya akan berbagi info buat kamu yaitu mengenai kejadian-kejadian dan bencana alam yang terjadi di tahun 2018 ini.
Memasuki 2018, kejadian bencana yang terjadi di Indonesia terus terjadi. Selama dua bulan pertama tahun ini tercatat terjadi 513 kejadian bencana di Tanah Air.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ratusan kejadian bencana tersebut terdiri dari 182 kejadian puting beliung, 157 banjir, 137 longsor, 15 kebakaran hutan dan lahan, 10 kombinasi banjir dan tanah longsor, 7 gelombang pasang dan abrasi, 3 gempa bumi merusak, dan 2 kali erupsi gunung api.

“Dampak yang ditimbulkan oleh bencana selama kurun waktu 2 bulan tersebut adalah 72 jiwa meninggal dunia dan hilang, 116 jiwa luka-luka, dan lebih dari 393.000 mengungsi dan menderita,” sebutnya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/3/2018).

Sutopo menuturkan sebanyak 12.104 rumah rusak meliputi 1.566 rumah rusak berat, 3.141 rumah rusak sedang dan 7.397 rumah rusak ringan. Selain itu, juga terjadi kerusakan atas 127 unit fasilitas pendidikan, 123 fasilitas peribadatan, dan 13 fasilitas kesehatan.

“Diperkirakan kerugian dan kerusakan akibat bencana mencapai puluhan triliun rupiah,” ungkapnya.

Bencana longsor adalah jenis bencana yang paling banyak menelan korban jiwa, dengan jumlah korban meninggal dunia dan hilang sebanyak 45 jiwa. Sementara itu, bencana banjir memakan 18 korban jiwa, puting beliung 6 korban jiwa, banjir dan longsor 2 korban jiwa, dan gempa bumi 1 korban jiwa.

Longsor menjadi bencana yang paling mematikan sejak 2014 hingga sekarang. Pasalnya, sekitar 40,9 juta jiwa masyarakat Indonesia tinggal di daerah rawan longsor sedang hingga tinggi.

“Mereka tinggal di pegunungan, perbukitan dan lereng-lereng yang curam dengan kemampuan mitigasi yang masih minim. Saat musim hujan seperti sekarang, longsor marak terjadi. Longsor penuh ketidakpastian. Sulit dideteksi dan diprediksi secara pasti kapan akan terjadi,” jelas Sutopo.

Di sisi lain, daerah rawan banjir pun makin meluas. Daerah yang semula tidak pernah terjadi banjir tiba-tiba mengalami banjir besar. Pengaruh antropogenik atau ulah manusia lebih dominan daripada faktor alam sebagai penyebab banjir.

BNPB menerangkan tingginya laju kerusakan hutan, lahan kritis, kerusakan lingkungan, degradasi sungai, lemahnya implementasi tata ruang, masih rendahnya budaya sadar bencana dan lainnya telah menyebabkan kerentanan meningkat.

Untuk itu, perlu upaya keras untuk memulihkan kembali kualitas lingkungan. Pengurangan risiko bencana harus menjadi investasi pembangunan dan bagian dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

BNPB mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir, longsor dan puting beliung. Apalagi, potensi hujan selama Maret 2018 masih akan tetap tinggi.

Sesuai prediksi BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi di Jawa Barat bagian tengah hingga timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

“Sebaliknya, di daerah-daerah yang dilintasi atau berada di sekitar garis khatulistiwa seperti Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah akan makin kering sehingga berpotensi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Sutopo.

Terimakasih atas waktu dan kunjungan nya,Semoga apa yang saya bagikan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Kita Semua.Dan jangan lupa tetap mengunjungi faktamitos.com untuk mendapatkan fakta dan Mitos Dunia.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *