Fakta Racun Kalajengking Mahal (US$10,5 Juta)

Fakta Racun Kalajengking Mahal (US$10,5 juta) – Belakangan ini rakyat indonesia heboh dengan racun kalajengking yang dimana berawal dari pidato Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Perencanaan pembangunan Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya.

Bapak Presiden mengungkapkan hal tersebut langsung di depan kepala-kepala daerah se-Indonesia,yang dimana isinya “Komuditas paling mahal di dunia bukanlah Emas,tapi racun kalajengking.Sebab racun ini punya nilai yang tinggi,harganya US$10,5 juta atau setara dengan RP145 miliar/liter.”

Pidato Bapak Presiden mengenai Fakta Racun Kalajengking Mahal (US$10,5 juta) tersebut kemudian mendapat respon dari pengamat politik sampai politikus,dengan berbagai tanggapan mengenai racun kalajengking.

Seperti yang sudah kita ketahui kalajengking memang menjadi hewan yang mematikan,namun di sisi lain kalajengking menyimpan manfaat potensial untuk melawan penyakit mematikan.

Kalajengking adalah sekelompok hewan beruas dengan delapan kaki (oktopoda) yang termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Kalajengking masih berkerabat dengan ketonggeng, laba-laba, tungau, dan caplak. Ada sekitar 2000 jenis kalajengking.Tapi tahuakah kamu bahwa dari sekian banyak jenis kalajengking tersebut sebagian spesiesnya ada yang tidak memiliki racun.

 

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rosichon Ubaidillah mengatakan, setidaknya dari ribuan spesies kalajengking yang ada di dunia, 90 persen memiliki racun. Namun yang membedakan racun antar kalajengking adalah tingkat dan kualitasnya.”Ada kalajengking yang punya venom keras (mematikan) dan lunak, dan yang punya venom besar dan sedikit,” ujar Rosichon kepada VIVA, Kamis, 3 Mei 2018.

Racun kalajengking pada dasarnya memang berbahaya, namun dengan dipelajari lebih dalam, peneliti LIPI ternyata menemukan secara spesifik komponen racun kalajengking bisa digunakan untuk bahan yang bermanfaat.

Racun Kalajengking

Semua spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoksin (racun saraf). Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa sitotoksik (racun sel). Neurotoksin terdiri dari protein kecil dan juga natrium dan kalium, yang berguna untuk mengganggu transmisi saraf sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.

Bisa kalajengking lebih berfungsi terhadap hexapoda lainnya dan kebanyakan kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatan menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Namun beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan terutama Androctonus. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Mus muscullus.

Jadi,yang membuat racun tersebut mahal adalah karena susahnya ditemukan boro-boro kita mencari nya melihatnya saja kita jarang,lantas bagaimana kita untuk mendapatkan racun tersebut.

Setelah membaca artikel ini apakah anda masih punya niat untuk mengumpulkan racun tersebut?

Terimakasih atas waktu dan kunjungan nya,Semoga apa yang saya bagikan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Kita Semua.Dan jangan lupa tetap mengunjungi faktamitos.com untuk mendapatkan fakta dan Mitos Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *