Fakta Manusia Zaman Batu Yang Mengherankan

Apa saudara mengerti apa itu yan dimaksut dengan zaman batu?

Zaman batu adalah suatu zaman atau masa yang masyarakatnya masih menggunakan peralatan yang terbuat dari batu.Zaman batu di mulai kurang lebih 600.000 SM yang lalu.Beberapa fakta yang telah di temukan dari era zaman batu ternyata mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai nenek moyang manusia yang sudah lama punah ini.Dimana ternyata para manusia goa ini pun telah menjalankan beberapa jenis industri, melakukan peperangan, dan melakukan hubungan sosial dengan cara yang tidak biasa.Berikut merupaka Fakta Manusia Zaman Batu Yang Mengherankan oleh faktamitos.com

Kemampuan Membuat Peralatan Dari Batu

Pada tahun 2017, bermacam peralatan batu kuno secara tidak sengaja ditemukan dalam sebuah proyek penggalian di sekitar Timur Laut kota Tel Aviv, Israel. Setelah diteliti, peralatan ini ternyata adalah peralatan yang dibuat oleh manusia sekitar setengah juta tahun yang lalu, bentuk dan kepadatan dari peralatan ini mengungkapkan tentang pembuatnya, yaitu sang manusia purba “Homo Erectus”. Dipercaya bahwa area sekitar penggalian tersebut adalah semacam “Surga Dunia” pada zaman batu yang dikunjungi secara musiman. Ditempat ini dulu memiliki sungai, beberapa tanaman, tempat bermain, dimana semuanya sangat diperlukan oleh orang – orang di masa itu untuk mejaga keluarga mereka agar tidak kekurangan air dan makanan. Ditemukan pula peralatan yang berbentuk seperti kapak, yang kemungkinan digunakan sebagai alat untuk menggali tanah dan menyembelih hewan.

Kemampuan Menuliskan Simbol Bahasa

Para peneliti mungkin telah mengukir sejarah baru karena menemukan tulisan bahasa tertua di Dunia, dimana dalam konsep yang lebih sederhana, tulisan ini bisa menjadi suatu simbol yang mewakili suatu pernyataan tertentu. Simbol era zaman batu ini sangatlah bersejarah, namun selalu diabaikan selama bertahun – tahun oleh banyak pengunjung yang selalu berkunjung setiap tahun ke goa tempat ditemukannya tulisan simbol ini. Tulisan simbol ini ditemukan di goa – goa di Spanyol dan Perancis, dimana sebelumnya tulisan simbol ini tersembunyi diantara ukiran – ukiran kuno mungil berbentuk singa, kuda, dan banteng. Namun jika diperhatikan, tulisan simbol ini sangatlah berbeda dengan ukiran – ukiran hewan tersebut (yang jelas maknanya), dimana tulisan simbol ini tampak difungsikan untuk menjelaskan sesuatu yang abstrak (seperti suatu tata bahasa). Dua puluh enam simbol yang sama pun juga tertulis di 200 dinding goa lainnya. Dimana jika simbol ini mewakili suatu informasi atau bahasa, hal ini akan mendorong pada suatu penemuan yang lebih besar mengenai “penulisan” di 30.000 tahun yang lalu.

Menghindari Perkawinan Sedarah

Pada tahun 2017, para ilmuwan menemukan tanda – tanda pertama mengenai “Menghindari Perkawinan Sedarah” dari tulang manusia dari era zaman batu yang ditemukan di Sungir, sebelah timur Moscow. Ada empat kerangka yang ditemukan yang telah meninggal sekitar 34.000 tahun lalu. Berdasarkan analisa genetika yang dilakukan, para ilmuwan mengungkapkan bahwa mereka memiliki prilaku yang sama seperti para suku pemburu modern untuk urusan pasangan, mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan masalah jika mereka melakukan perkawinan dengan keluarga dekat, ataupun saudara kandung. Kerangka – kerangka yang ditemukan di Sungir ini menunjukan suatu koneksi keluarga yang terbatas antar mereka. Dan jika mereka melakukan perkawinan secara acak, maka genetik yang akan menunjukan kecenderungan perkawinan sedarah akan tampak lebih jelas, dan hal ini tidak ditemukan sama sekali di kerangka – kerangka ini.

Membuat Wine Pertama

Menjelang akhir dari era zaman batu di Republik Georgia, desa – desa di zaman tersebut ternyata sudah bisa membuat minuman wine (fermentasi buah anggur yang mengandung alkohol) sendiri. Para Arkeolog membutuhkan waktu selama satu tahun (2016 – 2017) untuk meneliti fakta mencengangkan ini. Mereka meneliti dan menemukan kebenarannya dari pecahan wadah keramik tahun 5400 – 5000 Sebelum Masehi yang mengubah sejarah dunia mengenai wine. Dari desa Gadachrili Gora dan Shulaveris Gora, mereka menemukan enam buah wadah keramik yang setelah dites, wadah ini positif memiliki bekas – bekas asam sitrat (zat yang terdapat pada wine). Di wilayah pedesaan ini, tidak ada lagi buah selain anggur yang dapat menghasilkan asam sitrat yang kuat. Berdasarkan penelitian lebih lanjut yang telah dilakukan para Arkeolog, rupanya para penduduk desa telah ribuan tahun lamanya membudidayakan tanaman anggur, yang diduga sudah dilakukan sejak 8000 tahun yang lalu.

Terimakasih atas waktu dan kunjungan nya,Semoga apa yang saya bagikan dapat menambah Ilmu Pengetahuan Kita Semua.Dan jangan lupa tetap mengunjungi faktamitos.com untuk mendapatkan fakta dan Mitos Dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *